Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Tahun 2020 yang dilaksanakan oleh UPTD KLK Disnaker Kabupaten Ciamis terdiri atas Pelatihan Non Boarding dan Pelatihan Mobile Training Unit (MTU). Pelatihan Non Boarding adalah pelatihan yang  dilaksanakan di UPTD KLK Disnaker Ciamis, sementara Pelatihan Mobile Training Unit (MTU) adalah pelatihan yang dilaksanakan di daerah/desa yang berada di wilayah Kab. Ciamis. Ada pun rincian Kejuran Pelatihannya sebagai berikut:

A. Non Boarding

  1.  Kejuruan TIK
  2.  Kejuruan Pengolahan Hasil Pertanian/ Processing
  3.  Kejuruan Otomotif
  4.  Kejuruan Garmen Apparel
  5.  Kejuruan Tata Kecantikan

B. Mobile Training Unit (MTU)

  1. Kejuruan Garmen Apparel
  2. Kejuruan Perikanan 

Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) 2020 UPTD KLK Disnaker Kabupaten Ciamis Tahun 2020 dilaksanakan ke dalam 4 gelombang pelatihan, yaitu:

  • Gelombang  I (04 Maret – 30 Juni 2020)
  • Gelombang II (08 Juli – Agustus 2020)
  • Gelombang III (26 Agustus – 09 Oktober 2020)
  • Gelombang IV (13 November – 15 Desember 2020

Seluruh peserta pelatihan merupakan warga Kab. Ciamis. Salah satu warga Kab. Ciamis yang telah mengikuti pelatihan adalah Siti Asih Nurhayati. Teh asih begitu beliau biasa disapa, merupakan warga Desa Kepel Kecamatan Cisaga Kabupaten Ciamis. Teh asih mengikuti pelatihan pada gelombang II  untuk Kejuruan Pengolahan Hasil Pertanian dengan instruktur pelatihan ibu Yuli Yulianingsih.

Teh Asih sudah memiliki brand usaha dengan nama DAPUR UMMA NAFISA (@dapurummanafisa) yang mengusung slogan “Rasa Bintang 5 Harga Kaki 5”. Produk yang dijual terdiri dari berbagai macam olahan makanan seperti pizza, korean garlic, roti manis, burger dan lain-lain. Sebagian besar pemasarannya dilakukaan secara online,  via media sosial instagram (@dapurummanafisa) maupun via whatsapp (088801887781). Omzet penjualan perharinya mencapai Rp. 200.000,00 – Rp. 250.000,00.

Teh Asih merupakan satu dari jutaan orang yang merasakan dampak buruk wabah covid-19, dimana sang suami yang merupakan tulang punggung keluarga terkena PHK karena perusahaan tempat suaminya bekerja mengalami gulung tikar.

“Alhamdulillah dengan adanya program pelatihan dari UPTD KLK Disnaker ini, saya merasa sangat terbantu. Berkat program ini saya bisa mendapatkan ilmu dan keahlian tanpa harus mengeluarkan biaya. Mudah-mudahan ilmu yang telah saya peroleh bisa saya pergunakan secara maksimal, bisa menjadi bekal kehidupan saya dan keluarga. Alhamdulillah usaha yang saya lakukan bisa berjalan. Sejauh ini omzet sehari berkisar antara Rp. 200.000,00 – Rp. 250.000,00. Mudah-mudahan usaha saya bisa terus berkembang pak, mohon doanya”, ujar teh Asih.